Translate

Jumat, 27 Februari 2015

KISAH SEORANG PRIA MEMIKIRKAN CARA UNTUK BERMITRA DENGAN THOMAS A. EDISON


Penemu dan Gelandangan

Edwin C. Barnes muncul di laboratorium Mr. Edison dan berkata bahwa dia datang untuk berbisnis dengan sang penemu. Bertahun-tahun kemudian, ketika bercerita tentang pertemuan pertama itu, Mr. Edison kata tentang Barnes:

"Dia berdiri di hadapan saya, dengan penampilan mirip gelandangan, tetapi ada sesuatu dalam ekspresi wajahnya yang menegaskan bahwa dia bertekad meraih apapun yang dia cari. Dari pengalaman bertahun-tahun berurusan dengan orang lain, saya belajar ketika seorang laki-laki benar-benar begitu menginginkan sesuatu sehingga bersedia mempertaruhkan seluruh masa depannya pada satu peristiwa demi meraih keinginan itu, dia pasti mendapatkannya. Saya memberi kesempatan yang dia minta karena saya melihat, dia takkan mundur sampai dia berhasil. Peristiwa-peristiwa sesudah itu membuktikan kebenaran pendapat saya," ungkap Mr. Edison.

Sudah pasti bukan penampilan pemuda itu yang mengawali kiprahnya di kantor Edison. Penampilan Barnes sama sekali tidak menarik. Yang membuatnya diterima adalah pemikirannya.

Barnes tidak langsung menjadi partner Edison pada wawancara pertama itu. Yang dia dapatkan adalah peluang untuk bekerja di kantor Edison, dengan upah yang sangat rendah.

Bulan-bulan berlalu. Tak ada peristiwa yang bisa mendekatkan Barnes dengan tujuan yang telah dianggapnya sebagai niat utamanya. Tetapi sesuatu yang penting muncul dalam benak Barnes. Dia tidak pernah berhenti memperkuat keinginannya untuk menjadi rekan bisnis Edison.

Hal ini sesuai dengan yang dikatakan para psikolog, "Ketika seseorang benar-benar siap untuk sesuatu, sesuatu itu akan muncul." Barnes telah siap menjadi rekan bisnis Edison. Dan dia bertekad untuk tetap siap sampai dia mendapatkan apa yang dia cari.

Dalam hati dia tidak berkata, "Ah sudahlah, apa gunanya? Kelihatannya saya harus berubah pikiran dan mencoba bekerja sebagai tenaga penjualan." Tetapi dia berkata, "Saya datang ke sini untuk berbisnis dengan Edison, dan saya akan mewujudkan tujuan saya sekalipun harus menghabiskan sisa hidup saya."

Dia bersungguh-sungguh. Kisah orang-orang akan berbeda, kalau saja mereka mau menetapkan sebuah tujuan yang jelas dan memegang teguh tujuan itu hingga menjadi sebuah obsesi yang sangat kuat.

Mungkin Barnes muda tidak mengetahuinya pada saat itu, tetapi tekadnya yang sangat kuat, dan kegigihannya untuk fokus pada satu tujuan, telah menghancurkan segala rintangan dan mendatangkan kesempatan yang dia cari itu kepadanya.

Ketika akhirnya datang, kesempatan itu dan muncul dalam sebuah bentuk yang berbeda dan dari arah yang berbeda dari yang diharapkan Barnes. Itu adalah salah satu siasat kesempatan, kesempatan punya sebuah watak licik menyelinap masuk lewat pintu belakang. Dan sering kali kekalahan muncul dalam bentuk kemalangan, atau kekalahan sementara. Barangkali inilah sebabnya mengapa begitu banyak orang gagal mengenali kesempatan.

Mr. Edison baru saja menyempurnakan sebuah alat baru, yang sekarang ini dikenal sebagai Mesin Dikte Edison. Para tenaga penjualnya tidak begitu antusias terhadap mesin itu. Mereka yakin mesin itu tak akan laku terjual tanpa upaya yang sangat keras.

Barnes melihat kesempatannya. Kesempatan itu muncul diam-diam, tersembunyi di balik sebuah mesin yang tampak aneh yang tidak memikat siapapun kecuali barnes sang penemu.

Barnes tahu dia bisa menjual Mesin Dikte Edison, dan itulah yang dikatakannya kepada Edison. Edison memutuskan untuk memberinya kesempatan. Dan Barnes memang berhasil menjual mesin itu. Penjualannya bahkan begitu sukses sehingga Edison memberinya sebuah kontrak untuk mendistribusikan dan memasarkan mesin itu ke seluruh Amerika. Dari kesempatan bisnis itu, Barnes menjadi kaya raya. Namun dia melakukan sesuatu yang jauh lebih besar. Dia membuktikan bahwa anda benar-benar bisa berpikir dan menjadi kaya.

Barnes secara harfiah berpikir dirinya akan bermitra dengan Edison yang  termashur! Dia berpikir dirinya akan kaya raya. Dia tidak memiliki apa-apa untuk memulainya, kecuali mengetahui apa yang dia inginkan, dan determinasi untuk berpegang pada keinginan itu sampai dia mewujudkannya. ~ Sang Trisila ~

Sumber: THE NEW THINK AND THE GROW RICH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Advertise

Advertise
300x250
Here

Ads by Seocips.com