Translate

Sabtu, 14 Maret 2015

TRIK SUKSES MELOBI INVESTOR

Jika Anda sedang mencari investor untuk bisnis start-up yang Anda jalani, ada rahasia untuk melobi investor yang harus Anda siapkan. Investor mencari poin-poin yang sangat spesifik saat menentukan apakah akan berinvestasi dalam sebuah bisnis. 

Trik sukses dengan melobi investor
Trik sukses dengan melobi investor berikut untuk memaksimalkan ketertarikan investor dan mempermudah Anda mendapat suntikan dana mereka terhadap bisnis Anda.

1. Produk atau jasa Anda harus unik atau terlindungi

Anda harus terlebih dahulu memiliki produk unik yang terlindungi atau terhindarkan dari 'penyalinan' atau peniruan oleh kompetitor Anda? Keuntungan semacam itu bisa dilindungi, jika Anda memiliki produk yang sudah dipatenkan (Investor senang berinvestasi pada produk yang dilindungi hak paten).

Sebagai alternatif, jika anda memiliki sebuat jasa, apakah ada sesuatu yang sangat unik dalam model bisnisnya yang sulit untuk ditiru oleh kompetitor? 

Satu contoh, bisnis kami berbentuk jasa, dengan demikian, tidak bisa dilindungi oleh sistem paten. Walaupun begitu, sistem perdagangan rahasia yang dikembangkan selama perjalanan puluhan tahun, memberikan kami kelebihan yang unik dalam bidang yang kami dalami. Ini adalah tipe keunikan dan kepemilikan dasar, di luar dari hak paten untuk sebuah produk. Anda harus mencoba untuk memberi penekanan setiap kali berbicara tentang model bisnis Anda. 

Yang harus Anda lakukan, selalu siap mendiskusikan produk atau jasa Anda tidak mudah ditiru oleh kompetitor. Dan juga bagaimana produk atau jasa Anda akan tetap eksklusif untuk Anda dalam waktu yang cukup lama.

2. Gunakan hasil penjualan yang ada sebagai bukti jumlah permintaan konsumen

Terlindungi maupun tidak, investor ingin melihat produk atau jasa Anda diterima oleh publik dan konsumen yang relevan. Dalam hal ini, bukti apa yang lebih baik daripada penjualan?  

Contohnya, jika Anda memiliki hak paten untuk sebuah produk yang tercanggih. Tapi jika Anda sudah membuka bisnis selama 2 tahun dan hanya menjual 20 unit seharga 500 ribu Rupiah, adalah contoh nyata bahwa produk Anda walaupun terlindungi, sama sekali tidak memiliki pasar pembeli.
Seperti yang guru saya jelaskan setiap hari, 'Potensi tidak berarti apapun!' penjualan, bukti dari permintaan pasar, adalah apa yang dicari dan diinginkan oleh investor. Jadi persiapkan diri Anda untuk mendiskusikan bagaimana produk dan jasa Anda sudah berjalan, dan buktikan keinginan pasar dakam bentuk angka - angka bukti penjualan.

3. Siaplah untuk menjawab pertanyaan, “Bagaimana investasi mereka akan meningkatkan penjualan Anda?” 

Bagian terpenting dari diskusi Anda adalah,  bagaimana dana mereka, jika diinvestasikan dapat meningkatkan penjualan perusahaan Anda. Saat berbicara dengan investor yang potensial, sangat mudah untuk kehilangan fokus terhadap hasil yang diharapkan dari pembicaraan tersebut.

Kebanyakan pemilik bisnis terlalu terbawa untuk membicarakan tentang produk atau jasa mereka, sampai mereka lupa bahwa mereka sedang menawarkan bisnis mereka sebagai kesempatan investasi untuk seorang investor. Jangan sampai Anda kehilangan fokus tersebut! 

Lebih baik, setelah Anda memberikan penjelasan tentang produk atau jasa Anda sudah terlindungi, sulit ditiru, dan memiliki hasil penjualan yang memuaskan, Anda juga harus siap menjelaskan bagaimana dana sang investor dapat meningkatkan penjualan Anda secara eksponen. Hal ini berbeda untuk setiap model. 

Mungkin Anda sudah memasarkan produk Anda dengan cukup baik sampai Anda tidak bisa memenuhi pesanan, sehingga dana tersebut dibutuhkan untuk meningkatkan fasilitas produksi untuk memenuhi pesanan yang ada. 

Alternatifnya, mungkin usaha pemasaran Anda sudah maksimal sampai sekarang, namun jika diberi modal lagi, Anda akan bisa memulai pemasaran sampai tingkat nasional yang akan meningkatkan penjualan puluhan kali lipat. 

Apapun keadaannya, Anda harus memiliki perencanaan bagaimana dana mereka (investor) akan meningkatkan penjualan atau pendapatan, dan juga mampu secara cerdas dan terstruktur dalam menjalankan rencana-rencana untuk mengamankan investasi tersebut. Semakin pasti perencanaan yang diajukan, maka semakin besar kesempatan Anda untuk mengajak investor tersebut untuk bergabung. 

4. Milikilah 'Exit Strategy'.

Akhirnya, tetaplah pikirkan tujuan utama seorang investor:  

Bagaimana saya akan menghasilkan uang dari investasi saya dalam perusahaan Anda? Ini adalah pertanyaan wajar yang gagal ditanggapi dengan tepat oleh banyak perusahaan start-up. Ini adalah saat di mana semua faktor-faktor yang ada di atas akan disatukan untuk meyakinkan sang investor, bahwa perusahaan Anda merupakan tempat yang memang mereka inginkan untuk menanamkan investasi.
Secara umum ada dua cara seorang investor akan mengambil keuntungan dari investasinya dalam sebuah perusahaan.

Pertama, jika investasi yang diberikan menghasilkan peningkatan dramatis dalam penjualan hanya dalam beberapa tahun, maka investasi itu tidak hanya sudah dibayar dengan peningkatan keuntungan yang dikumpulkan, investor pun mendapat penghasilan tambahan di atas investasi awal dari penjualan yang berlanjut oleh bisnis tersebut.

Kedua, inilah yang seringkali merupakan strategi yang dipilih, bisnis tersebut dijual dalam beberapa tahun, dan memberikan mereka keuntungan berlipat-lipat dari modal pertama yang mereka investasikan.


Tidak masalah apa produk dan jasa yang Anda miliki, persiapkanlah diri Anda untuk menanggapi empat faktor ini. Jika Anda sudah melakukannya, maka Anda mungkin akan mendapatkan modal yang dibutuhkan untuk membawa bisnis Anda ke level selanjutnya yang lebih baik. ~ Sang Trisila ~

Sourse: Startup Bisnis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Advertise

Advertise
300x250
Here

Ads by Seocips.com