Translate

Senin, 02 Maret 2015

Cara Networking Menguntungkan Anda

Pasar sudah terlalu banyak dibombardir oleh brosur-brosur, iklan-iklan, telemarketer, dan sebagainya. Yang seringkali dilupakan adalah personal approach. Padahal cara inilah yang paling mudah diingat. Inilah cara membangun relasi yang berkesinambungan demi pertumbuhan bisnis sukses Anda.

Para Pengusaha, sudah terbukti 6x lebih mudah untuk berjualan ke orang yang Anda kenal daripada orang yang sama sekali tidak kenal Anda. Banyak pula perusahaan-perusahaan yang bisa diajak kerjasama agar Anda bisa saling lebih cepat untuk mendapatkan prospek dan pelanggan. Namun untuk mengoptimalkan peluang-peluang ini, Anda harus pandai NETWORKING.

Kalau bicara networking, Anda mungkin terbayang: Anda berada di suatu ruangan penuh dengan orang-orang yang bawa kartu nama, keliling kenalan sambil minum/makan. Pastinya masuknya harus bayar!
Nah, apakah selama ini networking Anda sebuah expense atau justru invesment?

Apakah Anda mendapatkan return on investment untuk biaya networking yang Anda keluarkan?

Atau justru hanya membuang waktu dan uang?

Bila menggunakan strategi ini di bisnis Anda, tapi belum sukses mendapatkan hasil, silakan baca terus. Dalam 2 tahun ini, saya telah menginvestasikan Rp 27,6 juta untuk networking. Datang ke networking function, jadi member dari asosiasi yang relevantdsb. Hasil yang saya dapatkan, Rp 1,275 milyar bisnis baru yang kontraknya masih berjalan hingga saat ini.

Ada 5 kesalahan terbesar yang dilakukan para networker yang kurang sukses. Mari kita bahas bersama.

Bila Anda tidak punya strategi yang jelas. Mau networking di mana?

Apa ingin didapatkan dari network tersebut?

Seberapa luas/dalam yang Anda harus lakukan?

Tanpa ada strategi yang jelas, networking yang hanya asal jadi, bisa sangat mahal harga yang harus dikeluarkan. Ada grup yang berguna; ada yang hanya untuk senang-senang saja. Yang pasti semuanya kelihatan penting. Inilah seni membuat strategi yang harus Anda pelajari agar tidak membuang waktu, tenaga, pikiran serta uang Anda.

Ada Net-eating, ada pula Net-drinking, tapi bukan Networking. Terlalu banyak makan dan minum, tapi tidak terlalu fokus terhadap networking-nya. Ini biasanya disebabkan oleh goal yang kurang diperjelas sebelum masuk ke dalam networking.

Anda juga harus tahu bagaimana untuk mengimbangi “fun” dengan “tugas” atau biasa disebut hak dan kewajiban Anda di sana.

Networking terlalu luas. Anda memilih terlalu banyak networking grup, dan terkesan sebagai orang yang hinggap-hinggap sana-sini. Anda tidak cukup waktu memperdalam relasi di dalamnya, dan akhirnya relasi Anda tidak cukup dalam menghasilkan apapun untuk Anda.

Anda lebih terkesan tukang paksa. Mungkin cara Anda yang terlalu agresif, senyum Anda yang terlalu lebar, cara bicara dan body language Anda yang terlalu memaksa. Banyak orang yang justru dihindari pas mereka networking. Perhatikan respons yang Anda dapatkan dari orang lain.

Anda kurang bisa mengatur waktu. Akhirnya Anda hanya bicara dengan 2 atau 3 orang. Seringkali Anda kesulitan untuk mengakhiri sebuah pembicaraan, apalagi dengan orang yang terlalu menggebu-gebu. Padahal Anda tahu, semestinya sudah cari orang baru. Hati-hati terjebak.

Yang pasti, networking bukan sesuatu yang natural bagi banyak orang. Banyak pengusaha yang harus belajar lagi agar terkesan lebih professional. Pastikan Anda sukses untuk menjalin network yang luas dan dalam dan jangan heran bisnis makin mantap dan referral dari kalian Anda lebih banyak. Jangan kaget kalau orang memperkenalkan Anda ke teman-temannya dengan cara yang sangat positif. Pastinya menguntungkan.

Think about this, Networking is an invesment, not an expense! ~ Sang Trisila ~

Sourse: Start Up

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Advertise

Advertise
300x250
Here

Ads by Seocips.com